๐—ž๐—˜๐—ก๐—”๐—ฃ๐—” ๐—๐—จ๐—ญ ๐—”๐— ๐— ๐—”

Ulama menganjurkan pembacaan Al-Qur’an secara tertib sesuai urutan surat dari Al-Fatikhah, Al-Baqoroh, hingga Surat An-Naas. Anjuran pembacaan Al-Qur’an secara tertib ini sejatinya berlaku di dalam dan di luar sholat.


Imam An-Nawawi mengutip pandangan sejumlah ulama terkait anjuran pembacaan Al-Qur’an secara berurutan. Bahkan, kalau kita memulainya dari surat terakhir, Surat An-Naas, maka kita melanjutkannya kembali ke surat awal Al-Qur’an, yaitu Al-Fatikhah, Al-Baqoroh, dan seterusnya :

ู‚ุงู„ ุงู„ุนู„ู…ุงุก ุงู„ุฃูˆู„ู‰ ุฃู† ูŠู‚ุฑุฃ ุนู„ู‰ ุชุฑุชูŠุจ ุงู„ู…ุตุญู ููŠู‚ุฑุฃ ุงู„ูุงุชุญุฉ ุซู… ุงู„ุจู‚ุฑุฉ ุซู… ุขู„ ุนู…ุฑุงู† ุซู… ู…ุง ุจุนุฏู‡ุง ุนู„ู‰ ุงู„ุชุฑุชูŠุจ ูˆุณูˆุงุก ู‚ุฑุฃ ููŠ ุงู„ุตู„ุงุฉ ุฃูˆ ููŠ ุบูŠุฑู‡ุง ุญุชู‰ ู‚ุงู„ ุจุนุถ ุฃุตุญุงุจู†ุง ุฅุฐุง ู‚ุฑุฃ ููŠ ุงู„ุฑูƒุนุฉ ุงู„ุฃูˆู„ู‰ ุณูˆุฑุฉ ู‚ู„ ุฃุนูˆุฐ ุจุฑุจ ุงู„ู†ุงุณ ูŠู‚ุฑุฃ ููŠ ุงู„ุซุงู†ูŠุฉ ุจุนุฏ ุงู„ูุงุชุญุฉ ู…ู† ุงู„ุจู‚ุฑุฉ

Artinya, “Ulama berkata, ‘Yang utama seseorang membaca surat Al-Qur’an secara tertib. Ia membaca Surat Al-Fatikhah, kemudian Al-Baqoroh, lalu Ali Imron, dan surat selanjutnya secara berurutan. Anjuran ini berlaku baik di dalam maupun di luar sholat.’ Sebagian ulama bahkan mengatakan, bila seseorang membaca Surat An-Naas pada ayat pertama, maka pada rokaat kedua ia dianjurkan membaca Surat Al-Baqoroh setelah Al-Fatikhah,” (Imam An-Nawawi, At-Tibyan fi Adabi Hamalatil Qur’an, [Kairo, Darus Salam: 2020 M/1441 H], halaman 83-84).

Lalu bagaimana praktik kebanyakan orang di Indonesia yang umumnya menjadikan juz Amma, atau juz ketiga puluh sebagai bahan pembelajaran anak-anak di TPQ, TPA, dan forum pengajian anak-anak? Apakah praktik ini menyalahi kaidah urutan pembacaan Al-Qur’an?

Imam An-Nawawi mengatakan, secara kaidah pembacaan Al-Qur’an memang harus sesuai urutan surat dalam Al-Qur’an. Kaidah ini berlaku untuk pembacaan Al-Qur’an di dalam dan di luar shalat. Tetapi untuk kepentingan pembelajaran anak-anak, remaja, atau orang dewasa yang baru mulai belajar, pembacaan Al-Qur’an dengan urutan surat yang terbalik dapat dimaklumi.

Pada juz Amma itu, pelajar baik anak-anak, remaja, maupun orang dewasa dapat memulai pembacaan Al-Qur’an dari Surat An-Nsas, Surat Al-Falaq, Surat Al-Ikhlas, dan seterusnya dengan urutan terbalik pada juz Amma. Hal ini dapat dimaklumi karena surat-surat Al-Qur’an pada juz Amma terdiri atas surat-surat pendek yang mudah dipelajari dan mudah dihafalkan.

ูˆุฃู…ุง ุชุนู„ูŠู… ุงู„ุตุจูŠุงู† ู…ู† ุขุฎุฑ ุงู„ู…ุตุญู ุฅู„ู‰ ุฃูˆู„ู‡ ูุญุณู† ู„ูŠุณ ู…ู† ู‡ุฐุง ุงู„ุจุงุจ ูุฅู† ุฐู„ูƒ ู…ุชูุงุตู„ุฉ ููŠ ุฃูŠุงู… ู…ุชุนุฏุฏุฉ ู…ุน ู…ุง ููŠู‡ ู…ู† ุชุณู‡ูŠู„ ุงู„ุญูุธ ุนู„ูŠู‡ู…

Artinya, “Adapun untuk kepentingan pembelajaran anak-anak, pembacaan Al-Qur’an yang dimulai dari surat terakhir ke surat-surat awal, itu baik. Itu tidak termasuk pada kaidah bab ini karena itu adalah pembacaan terpisah dan juga pada beberapa hari berbeda di samping memudahkan hafalan anak-anak,” (An-Nawawi, 2020 M/1441 H: 85).

Untuk kepentingan pembelajaran, masyarakat dapat keluar dari kaidah pembacaan surat dalam Al-Qur’an secara berurutan. Hal ini dimaksudkan agar memudahkan para pelajar pemula dalam aktivitas pembelajaran membaca Al-Qur’an. Wallohu a’lam.

Komentar