فَالْحَـمْـدُ ِللّٰهِ الْـقَدِيْمِ اْلأَوَّلِ (٢) اَلآخِـرِ الْبَـاقـِيْ بِلاَ تَحَـوُّلِ
Maka segala Puji bagi Alloh Dzat Yang Maha Dahulu, Yang Maha Awal, Yang Maha Akhir, Yang Maha Tetap tanpa ada perubahan.
Dan saya (mushonnif/pengarang kitab) juga memulai mengarang Mandzumah (nadzhom) ini dengan menambahkan hamdalah, maksdunya adalah dengan memuji dengan lisan pada Alloh yang Qodim, Al Awwal, Al Akhir, Al Baqi disertai penghormatan pada-Nya dan meyakini bahwa setiap pujian itu tetap pada-Nya.
Arti alhamdu menurut bahasa adalah pujian dengan lisan atas segala sesuatu yang telah diusahakan disertai rasa penghormatan baik nikmat itu diterima atau tidak, menurut syara’ adalah perbuatan yang tumbuh (keluar) dari penghormatan Sang Pemberi nikmat disebabkan bahwa Dia adalah pemberi nikmat walaupun tanpa ada orang yang memuji, baik perbuatan itu berupa dzikir dengan lisan, cinta dalam hati atau dilakukan dengan perbuatan.
Arti Al-Qodim adalah Alloh yang mewujudkan tanpa diawali dan wujudnya terus berlangsung. Arti Al-Awal adalah sebelum adanya segala sesuatu tanpa ada permulaannya. Arti Al-Akhir adalah setelah adanya sesuatu tanpa ada akhirannya. Arti Al-Baqi adalah kekal yang terus berlangsung. Arti Bilaa Takhawuli adalah tanpa ada perubahan dan ini adalah penjelasan sifat Al Baqi.
NURUDZ DHZOLAM


Komentar
Posting Komentar