أَبْـدَأُ بِـاسْمِ اللّٰهِ وَالرَّحْـمَنِ (١) وَبِالرَّحِـيْـمِ دَائـِمِ اْلإِحْـسَانِ
Saya (Mushonnif / Pengarang Kitab) memulai dengan menyebut nama Alloh, Dzat yang maha pengasih dan Maha Penyayang yang senatiasa memberikan kenikmatan tiada putusnya.
Saya (Mushonnif / Pengarang Kitab), yakni Syekh Akhmad Marzuqi Al-Maliki memulai kitab ini dengan menyebut nama Alloh SWT, Dzat yang Maha Pengasih (Dzat pemberi nikmat dengan seagung-agungnya nikmat, pokok-pokok nikmat seperti iman, kesehatan, rizqi, pendengaran, dsb) dan Maha Penyayang (Dzat pemberi nikmat-nikmat yang bentuknya lembut (cabang) seperti bertambahnya iman, kesempurnaan nikmat, pendengaran, penglihatan dsb) yang senatiasa memberikan kenikmatan tiada putusnya.
NURUDZ DHZOLAM :
Syaikh Ahmad Al Marzuqi Rokhimahulloh, penyusun kitab Aqidatul Awaam, berkata : "Aku mulai dengan menyebut nama Alloh dan Ar-Rokhmaan serta Ar-Rakhiim Yang senantiasa memberi kebaikan
PENJELASAN :
Syaikh Nawawi Rokhimahulloh, penyusun kitab Nuurudz Dholaam, berkata : “Maksudnya, aku (kata Syaikh Ahmad) memulai penyusun kitab Aqiidatul Awaam ini dengan memohon pertolongan kepada Dzat yang dinamakan 'DENGAN NAMA ALLOH'”
Kata Imam Suyuthi : “Arti Alloh adalah Dzat yang dahulu wujud-Nya, Agung Dzat dan sifat-Nya, dan merata kemurahan-Nya. Arti Ar-Rokhmaan adalah Dzat yang besar kebaikan-Nya dan kekal karunia-Nya. Dan arti Ar-Rokhiim adalah Dzat yang mencukupi segala kekurangan dan tidak membebani di luar kemampuan”
Imam Al-Baidhowi berkata : “Nikmat-nikmat Alloh sekalipun banyaknya tak terhingga, namun ia terbagi ke dalam dua jenis, yaitu : nikmat duniawi dan nikmat ukhrowi.
NIKMAT DUNIAWI ada dua macam :
- (1) Wahbi (pemberi langsung dari Alloh tanpa diusahakan oleh manusia)
- (2) Kasbi (yang diusahakan oleh manusia)
NIKMAT WAHBI dibagi dua : ruhani dan jasmani
NIKMAT WAHBI RUHANI itu adalah seperti : pemberian ruh kepada seseorang hamba, akal dan segala yang berkaitan dengannya, seperti: pemahaman daya pikir dan kemampuan berbicara.
NIKMAT WAHBI JASMANI adalah seperti : bentuk badan yang sempurna, kekuatan anggotanya dan kesehatan yang baik
NIKMAT KASBI itu antara lain adalah seperti penyucian jiwa dari sifat-sifat yang buruk dan menghiasinya dengan sifat-sifat yang terpuji, mempercantik badan dengan perhiasan, memperoleh kedudukan dan harta benda.
Adapun nikmat ukhrowi adalah bahwa Alloh mengampuni dosa-dosa si hamba dan meridhoinya serta menempatkannya di dalam surga.
Maksud perkataan Syaikh Akhmad Yang senantiasa memberi kebaikan di dalam bait tersebut adalah bahwa Alloh terus-menerus memberikan nikmat tanpa terputus.

Komentar
Posting Komentar